Jumat, 15 Juli 2016

Share Pengalaman saat mengajukan P-IRT

#Perizinan Industri Rumah Tangga (P-IRT)

Assalamualaikum... Oke, tmn2 yg penuh semangat berkreasi & berinovasi khususnya yg lagi bingung bagaimana cara mngurus perizinan Industri Rumah Tangga utk Usaha yg baru kita mulai.

Langkah Awal kita smua sudah tepat, dgn memilih menjadi Entrepreneur krn bisa mnciptakan banyak lapangan kerja & tentu saja ini salah satu kontribusi kita guna mewujudkan Cita2 Bangsa Indonesia yakni Kesejahteraan Rakyat 👏👏👍

Nah, umumnya bagi Industri pemula setelah selesai dgn mengeksekusi ide utk mmbuat suatu karya yg punya nilai jual atau bisa dikata sudah tercipta suatu 'produk' tentu saja yg dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana produk ini bisa diterima di pasaran hingga akhirnya bisa mmberikan keuntungan secara materi buat kita.


Saya, di awal merintis usaha Olahan Ikan Asap yg biasa dikenal masyarakat Gorontalo dgn nama Ikan Sagela, awalnya juga bingung sperti tmn2 setelah selesai dgn membuat sebuah Produk Sagela Kemasan yg merknya Ikan sagela OLAMITA. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk coba cari informasi ke kenalan2 saya yg sudah lebih awal menjalankan usaha industrinya juga. Alhamdulillah, saya bertemu dgn k Sefya, owner Stick Jaguan Gorontalo di salah satu pameran hasil kerajinan & industri Rumah tangga yg diadakan oleh Diskumperindag Prov.Gorontalo.

Nah, dari situ saya banyak curi ilmu ke beliau bagaimana caranya produk saya juga bisa masuk ke Swalayan atau pusat perbelnjaan oleh-oleh karena memang produk saya, Ikan Sagela Olamita juga Pasti Keren bgt klo dijadiin oleh-oleh khas Gorontalo.. 😁


Next, dari hasil bincang2nya akhirnya saya dpt info bahwa hal pertama yg harus dilakukan adl mengurus P-IRT (Perizinan-Industri Rumah Tangga) dgn menghubungi DINAS KESEHATAN setempat. Tanpa berpikir panjang, akhirnya besok harinya saya langsung ke Dinas Kesehatan Kab.Gorontalo & menghubungi petugas terkait. Setelah bertemu petugasnya, saya disodorkan selembar kertas utk diisi (di bawah ini ada contohnya yg saya googling punya Kota Malang). Temen2 diminta utk mngisi Formulir Permohonan Sertifikat P-IRT dan mnyerahkannya lagi ke petugas lengkap dgn persyaratannya;

✅ Foto copy KTP 1 lbr
✅ Pas Foto 3x4, 3 lmbar
✅ Contoh gambar Label Makanan/minuman
✅ Gambar Denah lokasi/tempat produksi (ini utk kepentingan survei)

Oke... selanjutnya temen2 nnti akan diminta utk menunggu undangan mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan. Waktu pelaksanaannya ditentukan oleh jumlah Industri yg ikut mengajukan permohonan juga. Kalau pengalaman saya kemarin itu hampir 50 Industri yg ikut serta dalam penyuluhannya. Jadi, klo hanya kita sendiri yg mngurus izinnya saat itu, harus lebih sabar menunggu jadwal pnyuluhan yg biasanya lama. Pengalaman teman saya pernah menunggu hampir 2 bulan baru bisa ikut pnyuluhannya.

Makanya Tipsnya, temen2 cari info lebih dulu kapan kira2 jadwal penyuluhan trdekat biar bisa segera ikut daftar atau minimal sudah siap menunggu lama klo ternyata, baru kita aja yg mengajukan permohonan P-IRTnya.

Oke next, materi penyuluhannya sangat bermanfaat & banyak menambah wawasan kita terkait keamanan pangan, sanitasi, info pelabelan, dsb. yg berkaitan dgn proses produksi hingga siap dipasarkan. Jangan lupa bawa FD biar bisa minta dicopykan materinya.

Di akhir acara, akan ada test yg harus temen2 isi sebagai bahan penilaian sejauh mana pemahaman temn2 terkait materi2 yg sudah disampaikan. Harus lulus ya... klo gak lulus test, harus ikut penyuluhan lagi deh 😢. Tapi tenang saja, kalo materinya dipahami dgn baik, insyaAllah pasti lulus. 😊

Oh ya, acara itu mnghabiskan waktu bisa seharian bahkan sampai 2 hari. Klo saya kmarin diperpadat dari pagi jam 8 sampe jam 5 sore + ada uang transportnya loh 😂. Saya lupa nominalnya brp 😅

Next, setelah penyuluhan berakhir, temn2 akan diminta utk siap kapan saja sewaktu2 jika Tim Survei dr Dikes melakukan pemeriksaan lapangan langsung ke TKP tempat produksi. & juga sebelumnya, kita diminta mnyiapkan Uang jalan mereka disesuaikan jarak dri Kantor Dikes ke lokasinya. (Uang transport dikembaliin lagi 😂)

Saat survey, petugas akan melihat & mendokumentasi semua proses produksi apakah sudah dilakukan sesuai dgn yg sudah kita dapatkan materinya saat pnyuluhan atau masih ttp tdk layak utk bisa dikeluarkan surat izinnya. Contoh; tempat produksi kita gak boleh deket kandang hewan atau Toilet, saat proses produksi harus gunakan tutup kepala & celemek biar steril, harus ada washtfle & tempat sampah trtutup, trhindr dr jangkauan hewan peliharaan, dsb.

Kalo menurut penilaian emang gak layak, berarti surat izinnya gak keluar artinya permohonan kita diTolak. Oh noooo!!!! 😣😣😣. Jadi, intinya perhatiin baik2 smua ketentuannya.

Oke.. Selanjutnya tinggal mnunggu ditelp lagi (biasanya 2 pekan setelah survei) utk diberikan Sertifikat Peserta Penyuluhan Keamanan Pangan & Sertikat P-IRT. Alhamdulillah ☺☺☺

Oh ya, ada biaya administrasinya klo gak salah kemarin saya ngasih 175.000 (lupa 😅)

Well, klo sudah ada sertifikatnya, tmn2 sudah bisa mnyertakan nomor P-IRT di label kemasan produk dan siap utk dipasarkan.

Utk kali ini, itu dulu ya sharing dr saya trkait pengajuan P-IRT. Semoga bermanfaat. Dan sukses utk Entrepreneur Indonesia ✊✊✊✊👊

1 komentar: